Semua kejadian bermula dari negeri tirai bambu lebih tepat nya dikota Wuhan, sebuah wabah virus yang disebut-sebut sebagai Covid-19 (Corona Disease) dilahirkan kedunia untuk merubah tatanan dunia dan telah merenggut ribuan nyawa manusia, Covid-19 hanyalah makhluk mungil yang mampu menumbangkan makhluk yang berjuta-juta kali lebih besar dari-nya, dia membunuh secara perlahan, mampu berkembangbiak dengan cepat, cara-nya berpindah dari korban yang satu ke korban yang lain cukup sederhana dari udara, perantara benda mati ataupun perantara antar manusia, hanya dalam waktu 3 bulan makhluk ini sudah mampu mengusai hampir semua belahan dunia lebih tepatnya 203 negara dengan 754.948 kasus dan menimbulkan 36.571 kematian (1 April 2020). Seluruh warga dunia kocar kacir dalam menghadapi kasus ini , berbagai kebijakan telah diambil oleh pemerintah dunia untuk menghentikan transmisi makhluk ini namun semua nya terlihat percuma, dari hari kehari makhluk ini semakin menjadi-jadi seoalah-olah dia lah penguasa sesungguhnya. Makhluk ini tidak memandang suku, ras, bangsa, warna kulit dan usia dalam memilih korban siapa saja bisa dijadikan inang untuk tempat dia bermukim dan kemudian diluluh lantarkan secara perlahan.
Masih belumkah kita menyadari makhluk ini dikirim untuk mereset ulang tatanan kehidupan kita yang selama ini sudah banyak merusak dunia, populasi manusia mulai dikurangi secara perlahan, cara kepemimpinan mulai dipertanyakan, cara bersosial kita dipaksa untuk berubah, kepercayaan kita terhadap pencipta dunia diuji dan kita dipaksa untuk hidup sendiri demi melindungi manusia lainnya. proses ekonomi kita diporak porandakan, sosial kita dibatasi dan cara bertahan hidup kita diuji. Setelah wabah ini berakhir kita akan menjadi manusia baru, manusia berhati sosial dan bermental baja. Itupun jika kita tetap mampu bisa berpikir jernih dalam melewati semua ini, kita tak bisa menyalahkan siapapun atas apa yang terjadi sekarang ini, karena setiapa dari kita mempunyai kesalahan masing-masing marilah kita renungkan supaya nanti kita bisa menjadi masyarakat dunia yang lebih damai lagi.
Masih belumkah kita menyadari makhluk ini dikirim untuk mereset ulang tatanan kehidupan kita yang selama ini sudah banyak merusak dunia, populasi manusia mulai dikurangi secara perlahan, cara kepemimpinan mulai dipertanyakan, cara bersosial kita dipaksa untuk berubah, kepercayaan kita terhadap pencipta dunia diuji dan kita dipaksa untuk hidup sendiri demi melindungi manusia lainnya. proses ekonomi kita diporak porandakan, sosial kita dibatasi dan cara bertahan hidup kita diuji. Setelah wabah ini berakhir kita akan menjadi manusia baru, manusia berhati sosial dan bermental baja. Itupun jika kita tetap mampu bisa berpikir jernih dalam melewati semua ini, kita tak bisa menyalahkan siapapun atas apa yang terjadi sekarang ini, karena setiapa dari kita mempunyai kesalahan masing-masing marilah kita renungkan supaya nanti kita bisa menjadi masyarakat dunia yang lebih damai lagi.